kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Istana: Kontraksi harga komoditas tekan pertumbuhan ekonomi Indonesia


Senin, 10 Februari 2020 / 16:20 WIB
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit di Bogor, Senin (1/7). Pihak Istana mengonfirmasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019. KONTAN/Baihaki/1/7/2019


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pihak Istana mengonfirmasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019. Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 sebesar 5,02%. 

Salah satu penyebabnya adalah terjadinya kontraksi dalam nilai ekspor. "Secara nilai, mengalami kontraksi karena harga komoditas yang kontraksi cukup dalam," ujar Staf Khusus Presiden Arif Budimanta saat konferensi pers, Senin (10/2).

Baca Juga: CAD membaik, neraca pembayaran Indonesia surplus US$ 4,7 miliar pada tahun 2019

Padahal secara volume, ekspor Indonesia tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Arif bilang peningkatan volume ekspor sebesar 9,82%. Harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia turun sebesar 6% year on year (YoY). Begitu pula dengan harga batubara yang merosot hingga 27% YoY.

Tidak hanya itu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) juga mengalami penurunan. Arif bilang harga rata-rata ICP turun sekitar 8% pada tahun 2019. "Walau secara volume ekspor non migas naik, namun secara nilai karena ada kontraksi komoditas maka pengaruhi pertumbuhan ekonomi," terang Arif.

Ekspor komoditas memang masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu kebijakan hilirisasi akan digalakkan untuk melepaskan ketergantungan tersebut.

Baca Juga: Ketidakpastian ekonomi lebih besar tahun ini, begini respons Sri Mulyani

Arif bilang hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah bagi Indonesia. Selain itu hilirisasi juga akan melepaskan ketergantungan ekspor Indonesia dari fluktuasi harga komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×