kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Irak berharap Indonesia segera buka kembali kedutaan di negerinya


Rabu, 26 Januari 2011 / 17:13 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pemerintah Irak mengharapkan Indonesia membuka kembali kedutaan besar di Baghdad. Permintaan itu disampaikan Duta Besar Irak Ismail Shaafiq Muhsin saat bertemu Wakil Presiden Boediono.

Pemerintah Irak menyampaikan permintaan itu lantaran Kedutaan Besar Indonesia tutup sejak Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Irak pada 2003 silam. Namun, saat ini, kondisi negara kaya minyak tersebut berangsur-angsur pulih seiring terbentuknya pemerintahan baru pasca jatuhnya rezim Sadam Husein. "Kondisi saat ini jauh lebih aman," ujar Juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat, Rabu (26/1).

Menanggapi permintaan itu, Boediono menyambut baik. Dia berjanji untuk memenuhi permintaan tersebut hubungan diplomatik antara Indonesia dan Irak sudah lama terjalin dengan baik.

Boediono akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membuka kembali Kedutaan Besar Indonesia di Baghdad. Cuma, Yopie mengatakan tidak ada target waktu kapan Kedutaan Besar Indonesia kembali dibuka.

Yang jelas, Irak memiliki potensi cukup besar dari sektor tambang terutama minyak. Apalagi saat ini negara-negara seperti Jepang, China, dan Malaysia sudah menjalin kerjasama dengan Irak. Dengan pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Irak maka akan menjadi pintu gerbang bagi kerjasama kedua negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×