kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Investor Asing Borong Global Bond RI, Purbaya: Rupiah Akan Menguat!


Jumat, 22 Mei 2026 / 12:10 WIB
Investor Asing Borong Global Bond RI, Purbaya: Rupiah Akan Menguat!
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pada pekan ini pemerintah akan  menerbitkan obligasi global atau global bond dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan euro dengan total nilai sekitar US$ 3,4 miliar. 

Langkah ini disebut menjadi tambahan pasokan devisa yang dapat memperkuat nilai tukar rupiah.

Purbaya mengatakan penerbitan surat utang tersebut mendapat respons positif dari investor asing di tengah isu pelemahan ekonomi global dan kekhawatiran pasar terhadap Indonesia.

Baca Juga: Curhat Purbaya Jadi Menkeu: Kerja Berat hingga BB Turun 10 Kilogram

"Saya punya senjata tambahan lagi. Saya minggu ini jual obligasi asing, global bond ya. Sebagian dolar, sebagian euro," ujar Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, dari total penerbitan tersebut sekitar US$ 2 miliar berasal dari obligasi dolar AS dan sekitar US$ 1,25 miliar berasal dari obligasi euro. Dana hasil penerbitan diperkirakan mulai masuk ke pasar domestik pada pekan depan.

"Kalau itu masuk ke sini minggu depan, itu kan tambahan suplai dolar ke ekonomi kita. Jadi, saya tekankan lagi, rupiah akan menguat," katanya.

Menurut Purbaya, obligasi global yang diterbitkan pemerintah memiliki tenor lima tahun dan 10 tahun. 

Namun, ia menilai yang paling penting bukan hanya tenor, melainkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Ditjen Pajak Kejar Penagihan Rp 28,38 Triliun dari Para Pengemplang Pajak di 2026

Di tengah berbagai spekulasi mengenai potensi krisis, kata dia, minat investor asing terhadap surat utang Indonesia justru tetap kuat. Hal itu tercermin dari tingkat imbal hasil (yield) yang tidak mengalami kenaikan signifikan.

"Ketika orang-orang di Indonesia asing ribut, katanya kita mau krisis, ternyata asing masih percaya ke kita. Yield-nya tuh enggak naik, artinya mereka menilai ekonomi kita memang betul-betul kuat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×