kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45882,93   -5,57   -0.63%
  • EMAS933.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Interval vaksinasi Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac diubah, ini informasinya


Selasa, 13 April 2021 / 04:18 WIB
Interval vaksinasi Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac diubah, ini informasinya
ILUSTRASI. Kemenkes telah menetapkan panduan terbaru tentang interval atau rentang waktu pemberian vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/rwa.

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ini informasi terkini soal vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan panduan terbaru tentang interval atau rentang waktu pemberian vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua.  

Berdasarkan panduan, penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua vaksin Sinovac memiliki selang waktu selama 28 hari. 

Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca, interval waktu yang dibutuhkan untuk penyuntikan dosis pertama dan kedua adalah 12 minggu. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menjelaskan alasan penetapan rentang waktu vaksinasi dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, pada Senin (12/4/2021). 

Baca Juga: China pertimbangkan mencampur vaksin Covid-19, begini kata Kemenkes

"Penyesuaian dilakukan agar jadwal (vaksinasi) lansia dan pelayan publik untuk vaksinasi pertama dan kedua dapat disamakan," jelasnya. 

Seperti yang diketahui, interval vaksinasi yang  menggunakan vaksin Sinovac adalah 14 hari. Sedangkan vaksinasi yang menggunakan vaksin AstraZeneca memiliki rentang waktu dua bulan. 

Ini artinya, rentang waktu vaksinasi menjadi lebih lama. Meski demikian, Reisa menegaskan, ketetapan rentang waktu yang baru ini masih dapat memberikan imunitas yang maksimal kepada penerima vaksin. 

Baca Juga: Biofarma: Vaksin Sinovac sedang dalam proses dapatkan EUL di WHO

Reisa menambahkan, tujuan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada tubuh adalah semaksimal mungkin memberikan perlindungan. "Semaksimal mungkin melindungi tubuh dan seminimal mungkin berisiko terpapar Covid-19," kata Reisa. 

Dia juga menginformasikan, hingga Senin (12/4/2021), vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah mencapai 15,4 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia dan pekerja publik. 

Perinciannya, 10,18 juta lebih masyarakat yang menerima vaksin Covid-19 dosis pertama dan 5,22 juta masyarakat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua.

 

Selanjutnya: Bahan baku vaksin Covid-19 masih 23 juta dosis, pemberian vaksinasi diprioritaskan

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Menagih Utang Itu Mudah Batch 5 Data Analysis & Visualization with Excel Batch 3

[X]
×