kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Insentif fiskal tidak jelas, tiga investor ancam hengkang


Rabu, 30 Maret 2011 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Bambang Rakhmanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tiga calon investor kakap mengancam hengkang bila pemerintah tak menyelesaikan insentif fiskal berupa tax holiday. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menjelaskan, ketiga calon investor memberi waktu hingga Agustus mendatang.

Jika sampai batas waktu itu tidak selesai, ketiganya bakal angkat kaki. Yang jelas, Gita mengaku sudah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk meminta kejelasan. "Saya harap bisa secepatnya bisa dikelarkan karena mereka tidak memberikan tenggang waktu," katanya, Rabu (30/3).

Adapun tiga calon investor itu yakni perusahaan penyulingan minyak (refinery) asal Kuwait, PT Pohang Iron and Steel Company (Posco) dan PT Catepillar. Perusahaan asal Kuwait akan bekerjasama dengan Pertamina untuk pengembangan kilang minyak di Balongan. Nilai investasinya sebesar US$ 8 miliar.

Sementara itu, Posco siapkan menanamkan investasi sebesar US$ 6 miliar, dan Caterpillar akan berinvestasi alat berat sebesar US$ 0,5 miliar hingga US$ 1 miliar.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Indonesia tidak mengenal istilah tax holiday. Menurut Hatta, pemerintah akan mengajak para investor bicara. "Kami nggak bicara dalam konteks tax holiday. Kami bicara tentang tax allowance sesuai dengan undang-undang," tegasnya.

Gita sepakat. Yang penting, dia mengatakan, ada semangat memberikan insentif fiskal kepada investor untuk datang ke Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×