kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Inovasi Lokal Pancalan Kantongi Hak Paten, Kejar Percepatan Konservasi Mangrove


Senin, 26 Januari 2026 / 21:14 WIB
Inovasi Lokal Pancalan Kantongi Hak Paten, Kejar Percepatan Konservasi Mangrove
ILUSTRASI. Inovasi Lokal Pancalan Kantongi Hak Paten, Kejar Percepatan Konservasi Mangrove (Dok/PGN SAKA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak usaha hulu migas di bawah Subholding Gas Pertamina (PT Perusahaan Gas Negara Tbk), resmi mengantongi sertifikat paten dari Kementerian Hukum RI. Ini diberikan atas inovasi alat bantu penanaman mangrove bernama Pancalan.

Inovasi ini lahir dari ide nelayan di kawasan Muara Bengawan Solo, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Melalui entitas Saka Indonesia Pangkah Limited, PGN SAKA memodifikasi alat tradisional nelayan menjadi solusi efektif untuk penanaman di lahan dengan sedimen lumpur tebal.

Stakeholder Relations Manager PGN SAKA, Purwanto Nugroho menjelaskan, kondisi lumpur yang dalam, selama ini menjadi tantangan besar bagi pelestarian lingkungan di pesisir. Secara konvensional, penanaman mangrove di medan seperti itu membutuhkan waktu lama dan tenaga ekstra.

Baca Juga: Kementerian LH Dorong Pemulihan Ekosistem Gambut dan Mangrove Lewat Pentahelix

“Pancalan adalah hasil pengembangan yang lahir dari kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat setempat. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi mangrove di kawasan pesisir,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (26/1/2026).

Secara teknis, Pancalan telah dimodifikasi menjadi platform yang dilengkapi dengan pegangan, tali pengendali, serta wadah bibit. Desain ini memungkinkan distribusi bibit mangrove ke titik tanam menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien dibandingkan metode manual.

Purwanto menambahkan, alat ini tidak hanya terbatas untuk mangrove. Pancalan juga fleksibel digunakan untuk penanaman tanaman lumpur lainnya serta membantu kegiatan pembersihan sampah di kawasan pesisir yang sulit dijangkau kaki manusia.

Baca Juga: Mewujudkan Sungai Bersih, KLH Bersama Pertamina dan PGN Gelar Festival Ciliwung 2025

Paten sederhana ini sendiri sudah terdaftar sejak September 2025. Dalam operasionalnya di lapangan, PGN SAKA menggandeng Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan nelayan Desa Pangkahwetan untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna ini.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati serta kunci keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

"Komitmen ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional," pungkasnya.

Baca Juga: KKP Luncurkan Program Laut Bebas Sampah dan Kawasan Mangrove, Jaga Ekosistem Laut

Selanjutnya: Ekspansi ke Indonesia, XYMAX Group asal Jepang Kolaborasi dengan KG Media

Menarik Dibaca: Nasib Usaha di Ujung Tanduk? Campur Uang Pribadi dan Bisnis Bisa Picu Kerugian Lo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×