kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Inilah Cuan Besar di Balik Kebijakan Hilirisasi Industri Kelapa Sawit


Rabu, 16 Agustus 2023 / 05:04 WIB
Inilah Cuan Besar di Balik Kebijakan Hilirisasi Industri Kelapa Sawit
ILUSTRASI. Kemenperin membeberkan dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional dari kebijakan hilirisasi kelapa sawit. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HILIRISASI INDUSTRI KELAPA SAWIT - Banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang apa keuntungan dari kebijakan nasional hilirisasi industri kelapa sawit. 

Melansir laman Infopublik.id, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membeberkan dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional dari kebijakan hilirisasi kelapa sawit. 

Informasi saja, hilirisasi industri kelapa sawit dimaknai sebagai upaya strategis meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit melalui proses pengolahan agar menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, terdapat beberapa keuntungan yang telah didapatkan dari program hilirisasi industri kelapa sawit.

Pertama, optimalisasi penyerapan hasil produksi petani rakyat (smallholder). Kedua, penyediaan bahan pangan, nonpangan, dan bahan bakar terbarukan. Ketiga, membangkitkan ekonomi produktif berbasis industri pengolahan.

“Selain itu, meningkatkan perolehan devisa negara dari ekspor produk hilir, berkontribusi pada keuangan negara melalui penerimaan pajak dan bukan pajak, serta menyuplai kebutuhan dunia terhadap pangan dan energi (feeding and energizing the world),” ungkapnya di Jakarta, Senin (14/8/2024).

Baca Juga: Hilirisasi Hasilkan Cuan Gede, Ekonom Berikan Sejumlah Catatan

Putu juga menegaskan, Kemenperin menerapkan bauran kebijakan (policy mix) secara konsisten dalam menjalankan program hilirisasi industri kelapa sawit. Hal itu didasari melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional 2015-2035 dan beberapa peraturan tentang Kebijakan Industri Nasional.

Terdapat dua kebijakan utama dalam mempercepat pertumbuhan populasi industri hilir kelapa sawit, yaitu kebijakan fiskal tarif bea keluar progresif sesuai rantai nilai industri, serta insentif perpajakan bagi investasi baru atau perluasan sektor industri oleofood, oleochemical, dan biofuel.

“Kedua kebijakan ini sangat efektif dalam mendorong hilirisasi industri kelapa sawit,” imbuhnya.

Putu menerangkan, dalam sejarahnya, hilirisasi industri kelapa sawit konsisten dijalankan sejak 2007. Pada saat itu ekspor minyak sawit mentah atau Crude palm Oil (CPO) sekitar 60 persen dari total ekspor kelapa sawit nasional. Padahal, CPO digunakan sebagai bahan baku industri pangan, non pangan dan biofuel di negara tujuan ekspor sehingga nilai tambahnya kurang dinikmati oleh domestik.

Baca Juga: Berhasil Ungkit Nilai Ekspor, Pemerintah Akan Perkuat Hilirisasi

“Melalui kebijakan bea keluar yang berorientasi pro-industri, pertumbuhan kapasitas produksi industri minyak goreng, oleofood, oleokimia, dan biodiesel meningkat secara signifikan,” tutur Putu.




TERBARU

[X]
×