kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Ini yang Membuat Bharada E Buat Pengakuan, Mengungkap Kasus Pembunuhan Brigadir J


Selasa, 09 Agustus 2022 / 20:26 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat terungkap berkat pengakuan tersangka Barada E atau Richard Eliezer.

"Mungkin melihat ancaman hukuman Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP cukup tinggi dan yang bersangkutan tidak merasa punya kepentingan sendiri, oleh karena itu Bharada E membuat pengakuan yang disampaikan ke penyidik," kata Agus dalam konferensi pers, Selasa (9/8) malam.

Menurut Agus, setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton, mengarah ke tersangka-tersangka lain. "Sampai bisa mengungkap tabir kejadian yang selama ini jadi pertanyaan masyarakat, apakah benar terjadi tembak menembak atau ada kejadian lain," ujarnya.

Bareskrim Mabes Polri menetapkan 4 tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Keempat tersangka adalah Barada E atau Richard Eliezer, Bripka RR, KM, dan Irjen Pol FS atau Ferdy Sambo.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ini Peran dari Masing-Masing Tersangka

"Dengan peran dan tersangkaan masing-masing tersangka sebagai berikut, Bharada E melakukan penembakan terhadap korban," katanya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8) malam.

Sementara tersangka RR dan KM turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J.

"Irjen Pol FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak menembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga," ungkap Andi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka menurut perannya masing-masing, Andi bilang, penyidik menerapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 junto Pasal 55 dan 56 KUHP.

"Ancaman hukuman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun," ujar Andi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×