kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.859   102,00   0,57%
  • IDX 6.261   54,35   0,88%
  • KOMPAS100 830   9,10   1,11%
  • LQ45 634   2,87   0,45%
  • ISSI 220   2,50   1,15%
  • IDX30 360   0,02   0,01%
  • IDXHIDIV20 445   -1,31   -0,29%
  • IDX80 96   0,85   0,89%
  • IDXV30 123   -0,40   -0,32%
  • IDXQ30 116   -0,38   -0,33%

Ini upaya pemerintah lepaskan Papua dari ketergantungan pada Freeport


Senin, 10 Februari 2020 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Suasana perkantoran di sekitar Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (2/9/2019).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia akan berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Papua. Sebelumnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Papua dan Maluku mengalami kontraksi sebesar -7,4% year on year (YoY). 

Namun, melihat pertumbuhan ekonomi Maluku yang masih positif, lebih lanjut BPS menyampaikan pertumbuhan ekonomi Papua terkontraksi hingga -15,72% YoY.

Baca Juga: Bandara Komodo bakal berstatus bandara internasional mulai Juni nanti

Hal itu disebabkan oleh ketergantungan Papua terhadap komoditas tambang Freeport. Staf khusus Presiden Arif Budimanta bilang sektor pertambangan dan penggalian turun sebesar -43,21%. "Maluku papua kontraksi karena pertambangan -43,2%," ujar Arif saat konferensi pers, Senin (10/2).

Oleh karena itu, terdapat upaya yang akan dilakukan untuk mengerek ekonomi Indonesia Timur. Salah satunya dalam memanfaatkan sumber daya alam. "Papua selain hilirisasi juga pengembangan sumber daya perikanan dan hasil hutan kayu dan non-kayu," terang Arif.

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS): PLN hemat Rp 1,92 triliun lewat gasifikasi pembangkit




TERBARU

[X]
×