kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini pesan Mendagri kepada Jokowi-Ahok


Senin, 15 Oktober 2012 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Ghosting, selain sangat menyakitkan ternyata memiliki dampak yang dapat mempengaruhi mental seseorang.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi telah melantik Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Usai pelantikan itu, dia menyampaikan beberapa pesan kepada kepala daerah yang baru dilantik tersebut.

Gamawan mengatakan, masyarakat Jakarta saat ini mengidamkan transportasi umum yang baik, keamanan yang terjaga, lalu lintas yang tidak macet, daerah yang tidak banjir, pengentasan kemiskinan, serta mengatasi arus urbanisasi di Jakarta. Menurutnya, tujuan itu bisa tercapai lewat kepemimpinan dan manajemen yang baik.

Gamawan sendiri yakin dengan pengalaman Joko Widodo sebagai Walikota Solo dan Basuki sebagai Bupati Belitung Timur akan menjadi pemimpin yang baik. Namun, dia mengatakan, memimpin Jakarta mempunyai beban yang lebih berat dibandingkan daerah lainnya.

"Ibarat mengemudi, dulu Jokowi mengemudi mobil kecil bernomor polisi AD 1 dengan penumpang sedikit tapi sekarang mengemudi mobil besar bernomor polisi B 1 dengan penumpang yang lebih banyak. Tapi prinsip mengemudi itu tak jauh berbeda," kata Gamawan, Senin (15/10).

Gamawan berharap Joko Widodo dapat berkonsolidasi dengan semua pihak untuk memulai proses pembangunan Jakarta. Sebab, dia mengatakan, Jakarta tak mungkin bisa maju jika tak berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi tetangga seperti Banten dan Jawa Barat.

Selain itu, dia mengatakan, masalah Jakarta juga bukan hanya tugas dari gubernur dan waki gubernur saja melainkan juga tugas semua lembaga negara dan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×