kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Ini kata Ketua KPK soal penunjukan Budi Gunawan


Selasa, 13 Januari 2015 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. Intip Kurs Dollar-Rupiah di BRI Tengah Hari Ini Selasa, 25 Juli 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Wlauyo/03/11/2021.


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad angkat bicara perihal penunjukan Komjen Pol Budi Gunawan selaku calon tunggal Kapolri yang baru menggantikan Jenderal Pol Sutarman. Terlebih soal penunjukan yang tidak melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK).

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki kewajiban untuk meminta masukan KPK atau PPATK soal Kapolri. "Bila pemerintahan saat ini ingin bersih dan benar maka tidak ada salahnya untuk menelusuri rekam jejak para pejabat yang ingin diangkat," katanya, Selasa (13/1).

Abraham juga menegaskan bahwa bila pemerintahan tidak mau melihat negara dan bangsa menjadi lebih baik lagi, maka tak perlu pendapat KPK dan PPATK.

Asal tahu saja, penunjukan Komjen Pol Budi Gunawan selaku calon Kapolri mengundang polemik. Pasalnya, nama Budi Gunawan disebut-sebut dari sekian perwira polisi yang memiliki rekening gendut.

Di samping itu pula, keputusan Jokowi tidak melibatkan KPK dan PPATK untuk menelusuri rekam jejak calon Kapolri pun mengundang tanda tanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×