kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Jurus Pemerintah Redam Kenaikan Harga Jelang Nataru


Minggu, 27 November 2022 / 13:49 WIB
Ini Jurus Pemerintah Redam Kenaikan Harga Jelang Nataru
ILUSTRASI. Pedagang menata cabai yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (1/11/2022). Pemerintah mempersiapkan diri untuk meredam kenaikan harga pangan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mempersiapkan diri untuk meredam kenaikan harga pangan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Untuk meredam kenaikan harga, pemerintah meminta pemerintah darah (pemda) menggunakan dana daerah untuk mendukung keperluan logistik. Hal ini juga merupakan salah satu upaya meredam kenaikan inflasi di akhir tahun nanti.

"Ada beberapa daerah yang belum menggunakan dana tersebut. Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) akan membuat surat, agar ini bisa dimanfaatkan dan kemudian beberapa hal yang menjadi catatan bahwa ke depan inflasi ini perlu ditangani secara lebih baik agar pertumbuhan ekonomi kita bisa berkualitas,” ungkap ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Minggu (27/11).

Baca Juga: Inflasi Diprediksi Naik, OECD Ingatkan Bank-Bank Sentral Dunia Teguh Perangi Inflasi

Airlangga juga menyampaikan arahan lainnya kepada daerah untuk melakukan perluasan kerja sama antar daerah (KAD) intra kawasan guna mengurangi disparitas harga dan mendistribusikan pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Selain itu, optimalisasi pelaksanaan operasi pasar atau bazar pangan murah maupun ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) juga perlu dilakukan untuk memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholders.

Airlangga juga meminta daerah dapat memanfaatkan platform perdagangan digital untuk memperpendek rantai pasok dan mempermudah akses ke konsumen.

Baca Juga: Inflasi dan Perlambatan Ekonomi Global Membayangi Tahun 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×