kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Ini alasan PKS menyetujui pilkada tak langsung


Jumat, 05 September 2014 / 18:26 WIB
ILUSTRASI. Jasa Marga memprediksi sebanyak 899.098 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode libur Nyepi 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nym.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengaku partainya telah melakukan kajian mendalam merujuk pada undang-undang dasar (UUD) tentang opsi pemilihan kepala daerah dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada. Jika sebelumnya PKS sepakat kepala daerah dipilih langsung, kini partai tersebut sepakat kepala daerah dipilih DPRD.

"Setelah melakukan kajian mendalam dan merujuk UUD, kami berpendapat kepala daerah itu dipilih saja oleh DPRD. Dipilih langsung wakil rakyat di DPRD," kata Hidayat, Jumat (5/9/2014).

Menurut anggota Majelis Syuro PKS ini, UUD tidak melarang, justru memberi ruang agar kepala daerah ditentukan oleh parlemen di daerah. Pilihan ini, kata dia, juga memberi makna kuat mengenai wakil rakyat.

Belajar dari pengalaman masifnya money politic pada berbagai pemilu, Hidayat menegaskan, dipilihnya kepala daerah melalui DPRD ini bisa menjadi salah satu upaya pemberantasan korupsi. Jika opsi ini kemudian disahkan, PKS meyakini penyelenggara pemilu tidak lagi berani bermain-main (korupsi) dalam menyelenggarakan pemilu.

Hidayat menampik, opsi ini akan menutup kesempatan bagi calon independen. "Itu hal menyesatkan," kata dia.

Hidayat mencontohkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang tetap bisa maju pada pilkada meski bukan kader partai. "Bukan kader Gerindra dan PKS, tetapi bisa maju dan kita dukung. Ini terkait kualitas orang per orang," ungkap dia.

Sebelumnya, dalam rapat bersama pemerintah, PKS dan PDI-P berpendapat pemilihan kepala daerah dilaksanakan langsung. (Meidella Syahni)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×