kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Inflasi Inti Bulan Januari 2022 Capai 0,42%, Tertinggi Sejak Agustus 2019


Rabu, 02 Februari 2022 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, BPS) mencatat tingkat inflasi pada komponen inti atau inflasi inti pada Januari 2022 mencapai 0,42% secara bulanan


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada komponen inti atau inflasi inti pada Januari 2022 mencapai 0,42% secara bulanan (mtm). Sedangkan secara tahunan (yty) mencapai 1,84%. Secara tahunan, inflasi inti tersebut juga merupakan yang tertinggi sejak September 2020 yang saat itu tercatat 1,86%.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, secara bulanan inflasi inti pada bulan Januari 2022 juga menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2019 yang sebesar 0,43%. Adapun komoditas di komponen inti yang memberikan andil cukup besar diantaranya adalah ikan besar, mobil dan tarif kontrak/ sewa rumah.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BPS terhadap 90 kota di Indonesia, tercatat ada 85 kota yang mengalami inflasi, sedangkan 5 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,53%, sedangkan yang terendah adalah kota Manokwari sebesar 0,02%.

Baca Juga: Kepala BKF Sebut Kenaikan Inflasi Tunjukkan Peningkatan Aktivitas Konsumsi

“Penyebab inflasi di Sibolga ini disebabkan karena adanya inflasi atau andil kenaikan harga pada ayam ras sebesar 0,16%, ikan serai dengan andil 0,16% dan ikan tongkol atau ambu-ambu dengan andil 0,14%,” kata Margo, Rabu (2/2).

Sementara untuk deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu, yakni sebesar -0,66% dan sebaliknya Jayapura menjadi deflasi terendah sebesar -0,04 persen. Adapun yang menjadi penyebab deflasi tinggi di Kotamobagu adalah adanya penurunan harga komoditas ikan cikalang yang diawetkan dengan andil -0,30%, cabai rawit dengan andil -0,28% dan ikan cikalang dengan andil -0,18%.

Baca Juga: BPS Optimistis Daya Beli Masyarakat Makin Membaik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×