Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada komponen inti atau inflasi inti pada Januari 2022 mencapai 0,42% secara bulanan (mtm). Sedangkan secara tahunan (yty) mencapai 1,84%. Secara tahunan, inflasi inti tersebut juga merupakan yang tertinggi sejak September 2020 yang saat itu tercatat 1,86%.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, secara bulanan inflasi inti pada bulan Januari 2022 juga menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2019 yang sebesar 0,43%. Adapun komoditas di komponen inti yang memberikan andil cukup besar diantaranya adalah ikan besar, mobil dan tarif kontrak/ sewa rumah.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan BPS terhadap 90 kota di Indonesia, tercatat ada 85 kota yang mengalami inflasi, sedangkan 5 lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,53%, sedangkan yang terendah adalah kota Manokwari sebesar 0,02%.
Baca Juga: Kepala BKF Sebut Kenaikan Inflasi Tunjukkan Peningkatan Aktivitas Konsumsi
“Penyebab inflasi di Sibolga ini disebabkan karena adanya inflasi atau andil kenaikan harga pada ayam ras sebesar 0,16%, ikan serai dengan andil 0,16% dan ikan tongkol atau ambu-ambu dengan andil 0,14%,” kata Margo, Rabu (2/2).
Sementara untuk deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu, yakni sebesar -0,66% dan sebaliknya Jayapura menjadi deflasi terendah sebesar -0,04 persen. Adapun yang menjadi penyebab deflasi tinggi di Kotamobagu adalah adanya penurunan harga komoditas ikan cikalang yang diawetkan dengan andil -0,30%, cabai rawit dengan andil -0,28% dan ikan cikalang dengan andil -0,18%.
Baca Juga: BPS Optimistis Daya Beli Masyarakat Makin Membaik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













