kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Inflasi bulan Mei cukup tinggi, daya beli buruh menurun


Senin, 24 Juni 2019 / 14:13 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2019 naik 0,19% dari Rp 53.952 menjadi Rp 54.056 per hari. Angka ini menunjukkan rata-rata upah harian yang diterima buruh tani.

Kendati begitu, upah riil yang menggambarkan daya beli buruh dari upah yang mereka terima turun 0,39%. Upah riil bulan Mei 2019 tercatat Rp 38.154 sedangkan bulan sebelumnya tercatat Rp 38.305 per hari.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penurunan daya beli tersebut karena inflasi yang terjadi di pedesaan cukup tinggi yakni 0,59%. "Sehingga secara riil buruh tani mengalami penurunan. Hal yang sama terjadi untuk upah buruh bangunan," jelas Suhariyanto di kantornya, Senin (24/6).

Adapun rata-rata upah nominal buruh bangunan Mei 2019 dibanding bulan sebelumnya tidak berubah yaitu Rp 88.664 per hari. Namun, upah riil pada Mei 2019 turun 0,68% dari Rp 64.969 menjadi Rp 64.530 per hari.

Sementara itu, rata-rata upah nominal buruh potong rambut wanita naik 0,29% dari Rp 27.585 menjadi Rp 27.665 per kepala. Upah riil Mei 2019 juga mengalami penurunan 0,39% dari Rp 20.213 menjadi Rp 20.135.

Upah nominal pembantu rumah tangga naik 0,21% dari Rp 408.685 per hari menjadi Rp 409.543 per bulan. Namun, upah riil Mei 2019 turun 0,47% dari Rp 299.469 menjadi Rp 298.066 per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×