kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Industri nonmigas Indonesia tumbuh 5,3% di 2014


Kamis, 05 Februari 2015 / 11:55 WIB
Industri nonmigas Indonesia tumbuh 5,3% di 2014
ILUSTRASI. Roket Soyuz-2.1b dan pesawat luar angkasa pendaratan bulan Luna-25 meluncur dari landasan peluncuran di Kosmodrom Vostochny.


Sumber: Antara | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di industri non migas sepanjang 2014 mencapai Rp 59,03 triliun, naik sebesar 15,37% dari 2013. "Angka tersebut memberikan kontribusi sebesar 39,93% dari total investasi PMDN 2014," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kamis (5/2)

Sedangkan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor industri nonmigas mencapai US$ 13,02 miliar atau turun 45,63% dari total investasi PMA sepanjang 2014. Pertumbuhan industri nonmigas secara kumulatif hingga triwulan III/ 2014 mencapai 5,30%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi (PDB) yang sebesar 5,11%.

Menperin bilang, cabang-cabang industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi antara lain industri barang lainnya sebesar 10,77%, industri makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,80%, industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar 7,27%, serta industri kertas dan barang cetakan sebesar 6,02%.

Menperin menambahkan, industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 20,65%, merupakan yang tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Sementara itu nilai ekspor industri nonmigas pada Januari-Oktober 2014 mencapai US$ 98,43 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 66,48% dari total ekspor nasional.

"Meskipun impor produk industri masih lenih tinggi dari ekspor, defisit neraca perdagangan industri telah ditekan dari US$ 17,49 miliar  pada Januari-Oktober 2013 menjadi US$5,4 miliar pada Januari-Oktober 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×