kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Indonesia perkenalkan merek tuna berkelanjutan di seafood expo global


Selasa, 07 Mei 2019 / 13:37 WIB
Indonesia perkenalkan merek tuna berkelanjutan di seafood expo global


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia memiliki penangkapan ikan tuna terbesar di dunia dan menjadi pemimpin global one-by-one caught tuna. Volume ikan tuna cakalang dan sirip kuning yang di tangkap menggunakan metode pole-and-line dan handline diperkirakan lebih dari 100.000 ton setiap tahun.

Nilai ekspornya, pada 2017 total nilai ekspor tuna siap saji dan tuna fillet beku dari Indonesia sebesar US$ 425 juta dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 12.5% dibandingkan tahun 2016. 

Pangsa pasar ikan tuna asal Indonesia terbesar ialah negara Eropa. Berdasarkan data Trademap, International Trade Centre (www.trademap.org), periode tahun 2013-2018 pasar ikan tuna ke Italia, Spanyol dan Perancis, ekspornya meningkat sebesar 26%, 21% dan 16% secara berurutan.

Untuk lebih memperkenalkan produk tuna asal Indonesia tersebut, Oleh karena itu Asosiasi Perikanan Pole & Line and Handline Indonesia (AP2HI) dan Sekretaris Jendral Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan akan memperkenalkan merek tuna Indonesia di Seafood Expo Global di Brussels pada tanggal 8 Mei 2019.

Sekretaris Jendral KKP, Nilanto Perbowo menyatakan, sebagai negara tuna terbesar di dunia, pihaknya memiliki komitmen untuk mengembangkan industri tersebut dengan cara berkelanjutan dan praktik perikanan bertanggung jawab. 

"Kami memiliki kesuksesan dalam memberantas perikanan illegal dan sekarang kami bergerak maju untuk membuat industri berkelanjutan dan bertanggung jawab," jelas Nilanto dalam siaran persnya, Selasa (7/5).

Selain itu Ketua AP2HI, Janti Djuari mengkonfirmasi komitmen dari industri yaitu lebih dari 30 anggota asosiasinya telah menandatangani kode etik asosiasi yang mana seluruh anggota berkomitmen untuk mengimplementasikan praktik berkelanjutan. "Mereka sangat aktif terlibat dalam program peningkatan perikanan dan bersiap untuk sertifikasi MSC," tambah Janti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×