Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, sebuah lembaga baru yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump, untuk mendorong stabilitas di Jalur Gaza. Langkah ini menandai babak baru keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian Palestina di level global.
Keputusan tersebut diambil bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Koalisi delapan negara ini sepakat mendukung inisiatif internasional yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza.
Melansir Infopublik.id, komitmen itu tertuang dalam pernyataan bersama yang diunggah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui akun media sosial resminya pada Kamis (22/1/2026). Dokumen tersebut ditandatangani secara virtual oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono, bersama para menlu dari tujuh negara lainnya.
Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa masing-masing pemerintah akan segera menuntaskan proses penandatanganan keikutsertaan sesuai dengan mekanisme hukum nasional di negara masing-masing.
Delapan negara tersebut secara eksplisit menyatakan dukungan terhadap upaya perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Donald Trump, sekaligus berkomitmen mendorong Dewan Perdamaian Gaza menjalankan fungsinya sebagai “otoritas sementara” di wilayah tersebut.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Dipuji IMF: Pertumbuhan Solid Hingga 2026
Pembentukan dewan ini merupakan bagian dari Rencana Komprehensif Mengakhiri Konflik Gaza, yang telah memperoleh legitimasi internasional melalui dukungan Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB. Koalisi negara pendukung berharap langkah ini dapat menjadi katalis bagi terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Poin penting lain yang ditekankan adalah penegasan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara berdaulat, sesuai dengan prinsip hukum internasional.
“Dengan demikian, jalan menuju keamanan dan stabilitas bagi seluruh negara dan rakyat di kawasan dapat terbuka,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Dewan Perdamaian Gaza sendiri diumumkan Trump pekan lalu dan melibatkan sejumlah figur kunci, termasuk utusan khusus AS Steve Witkoff serta Jared Kushner, menantu Trump. Lembaga ini bertugas mengoordinasikan bantuan internasional, serta mengawasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Tonton: Bikin Gempar! Pidato Lengkap Presiden Donald Trump di World Economic Forum
Namun, inisiatif ini juga menuai reaksi beragam di tingkat global. Sejumlah negara Eropa menyuarakan kekhawatiran bahwa pembentukan Dewan Perdamaian Gaza berpotensi menggeser peran sentral PBB dalam penanganan konflik internasional, serta menimbulkan preseden baru dalam tata kelola perdamaian global.
Selanjutnya: LPS Tak Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan, Mengapa?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













