kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Indonesia-Malaysia Perkuat Sinergi Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS


Jumat, 04 April 2025 / 19:09 WIB
Indonesia-Malaysia Perkuat Sinergi Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya (4/4/2025).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Menindaklanjuti kebijakan Tarif Resiprokal yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bergerak cepat membangun komunikasi dengan negara-negara ASEAN. 

Langkah awal yang diambil adalah melakukan kunjungan ke Malaysia, yang saat ini menjabat sebagai Keketuaan ASEAN 2025.

Dalam lawatannya ke Kuala Lumpur, Airlangga melakukan pertemuan dengan Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Deputy Prime Minister of Malaysia I, pada 3 April 2025 untuk membahas perkembangan terbaru kebijakan tarif resiprokal AS. 

Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Yakini Tarif Resiprokal AS Tak Pengaruhi Kinerja Ekspor

Keesokan harinya, pada 4 April 2025, Airlangga bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, di kantornya di Putrajaya.

Dalam pertemuan tersebut, PM Anwar Ibrahim menekankan pentingnya memperkuat sinergi ekonomi antara Indonesia dan Malaysia guna menghadapi tantangan global, termasuk dampak kebijakan tarif AS.

"Prioritas juga diberikan untuk memperkuat dan memperbarui sinergi ekonomi, yang mencerminkan komitmen kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Malaysia ke tingkat yang lebih baik di masa mendatang," ujar Anwar dalam keterangannya, Jumat (4/4).

Ia menambahkan bahwa pihaknya memanfaatkan sepenuhnya persahabatan erat kedua negara, terutama dalam memperkuat lebih banyak lagi kegiatan ekonomi dan perdagangan, yang melibatkan para pengusaha Indonesia dan Malaysia di berbagai sektor terkait.

Senada dengan itu, Airlangga menegaskan bahwa peran Malaysia sebagai Keketuaan ASEAN 2025 menjadi sangat penting dalam mendorong penguatan kerja sama antarnegara anggota ASEAN. 

“Malaysia selaku Keketuaan ASEAN 2025, menjadi sangat penting untuk mendorong penguatan kerja sama seluruh Negara ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk respons atas kebijakan tarif resiprokal AS,” tegasnya.

PM Anwar Ibrahim juga menambahkan bahwa Malaysia membutuhkan kerja sama dari semua negara ASEAN, termasuk Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas kawasan sebagai tujuan investasi, pariwisata, dan perdagangan. 

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Azis.

Setelah pertemuan dengan PM Anwar, Airlangga melanjutkan diskusi dengan Tengku Zafrul untuk membahas strategi penguatan ekonomi regional ASEAN. 

Tengku Zafrul menekankan bahwa dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, persatuan ASEAN bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. 

"Mari kita perkuat ekonomi regional untuk kesejahteraan bersama," ujarnya.

Airlangga juga menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong penguatan ekonomi regional serta keterlibatan yang lebih luas di tingkat global. Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antarnegara ASEAN dalam menghadapi kebijakan tarif resiprokal AS.

Sebagai informasi, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memanfaatkan Perjanjian Kerangka Kerja Perdagangan dan Investasi (Trade and Investment Framework Agreement/TIFA) sebagai platform untuk mengamankan kepentingan ekonomi dan menjalin kerja sama yang lebih erat dengan AS. 

Kedua negara menegaskan komitmen mereka untuk menjaga hubungan perdagangan yang kuat dengan AS, sambil tetap mengupayakan langkah-langkah kolektif dalam menghadapi tantangan global.

Baca Juga: Dampak Tarif Resiprokal AS, Impor RI Berkurang 2,83%, Ekspor Turun 2,22%

Selanjutnya: Integra Indocabinet (WOOD) Yakini Tarif Resiprokal AS Tak Pengaruhi Kinerja Ekspor

Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×