kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Pada 2023


Minggu, 17 Maret 2024 / 12:01 WIB
Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Pada 2023
ILUSTRASI. Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Kawasan Asia Tenggara.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Kawasan Asia Tenggara. Hal ini berdasarkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai US$ 1,4 triliun.

Bank Indonesia (BI) mencatat, berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober 2023, angka tersebut setara dengan 36,7% dari total PDB ASEAN, atau 1,4% dari total PDB global.

“Nilai PDB ini bahkan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia, melampaui Belanda, Arab Saudi dan Turki,” mengutip postingan akun Instagram @bank_indonesia, Kamis (14/3).

Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% di 2024

Adapun di posisi PDB kedua setelah Indonesia adalah Thailand yang mencapai US$ 512,19 miliar, kemudian Singapura sebesar US$ 497,35 miliar, Filipina US$ 435,68 miliar, Vietnam, sebesar US$ 433,36 miliar, dan Malaysia sebesar US$ 430,9 miliar.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,7%-5,5% pada 2024. Hal ini didukung oleh permintaan domestik serta peningkatan investasi sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Di samping itu, untuk mencapai kinerja perekonomian Indonesia yang positif, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas (pro-stability) melalui kebijakan moneter dan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi (pro-growth), melalui kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pengembangan pasar uang, serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×