kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.585   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Pada 2023


Minggu, 17 Maret 2024 / 12:01 WIB
Indonesia Jadi Negara dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara Pada 2023
ILUSTRASI. Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Kawasan Asia Tenggara.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di Kawasan Asia Tenggara. Hal ini berdasarkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai US$ 1,4 triliun.

Bank Indonesia (BI) mencatat, berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) pada Oktober 2023, angka tersebut setara dengan 36,7% dari total PDB ASEAN, atau 1,4% dari total PDB global.

“Nilai PDB ini bahkan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia, melampaui Belanda, Arab Saudi dan Turki,” mengutip postingan akun Instagram @bank_indonesia, Kamis (14/3).

Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% di 2024

Adapun di posisi PDB kedua setelah Indonesia adalah Thailand yang mencapai US$ 512,19 miliar, kemudian Singapura sebesar US$ 497,35 miliar, Filipina US$ 435,68 miliar, Vietnam, sebesar US$ 433,36 miliar, dan Malaysia sebesar US$ 430,9 miliar.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,7%-5,5% pada 2024. Hal ini didukung oleh permintaan domestik serta peningkatan investasi sejalan dengan berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Di samping itu, untuk mencapai kinerja perekonomian Indonesia yang positif, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas (pro-stability) melalui kebijakan moneter dan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi (pro-growth), melalui kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pengembangan pasar uang, serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×