kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indonesia bidik pasar baru di kawasan selatan


Selasa, 16 Oktober 2012 / 07:15 WIB
Indonesia bidik pasar baru di kawasan selatan
ILUSTRASI. Cara memperbaiki data sertifikat vaksin Covid-19 yang salah, cukup via email


Reporter: Arif Wicaksono, Adisti Dini Indreswari | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Indonesia terus mencari pasar baru ekspor menyusul pangsa pasar yang menjadi tujuan utama ekspor kita seperti Amerika Serikat, Asia Timur, dan Eropa Barat, terkena dampak krisis ekonomi global. Caranya, pemerintah mulai agresif memperluas kerjasama dagang dengan negara-negara berkembang di belahan bumi selatan seperti Amerika Latin, Afrika dan Timur Tengah.

Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan (Mendag) mengatakan, potensi pasar di negara selatan-selatan sangat menjanjikan. Nilai perdagangan dari 120 negara di kawasan selatan-selatan mencapai US$ 8,5 triliun per tahun.
Sebagai perbandingan, volume perdagangan dunia tahun lalu mencapai US$ 31 triliun. Berarti, negara-negara di kawasan selatan-selatan mewakili sekitar 27,41% perdagangan dunia.

Menurutnya, Indonesia bisa mengeruk peluang dagang dari kawasan tersebut karena potensinya masih terbuka lebar. "Indonesia bersama dengan Brasil, India, dan Afrika Selatan akan menjadi pengendali perdagangan dengan kontribusi ekspor terbesar," kata Gita dalam World Export Development Forum (WEDF) 2012, Senin (15/10).

Atas dasar itu, pemerintah terus memperkuat kerjasama perdagangan dengan negara-negara di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin.  Terlebih, potensi ekspor Indonesia ke kawasan tersebut cukup besar.
Ambil contoh, ekspor Indonesia ke Afrika Selatan di tahun lalu mencapai US$ 1,44 miliar, naik 111% dari tahun 2010. Gita pun optimistis, ekspor Indonesia ke negara tersebut bisa naik tajam tahun ini.

Mintardjo Halim, Ketua Komite Afrika, Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) mengatakan, pengusaha harus mengubah pola pikir terhadap pasar  negara selatan-selatan, seperti Afrika. "Masih banyak pengusaha yang tidak tertarik ketika bicara pasar Afrika, ini harus didobrak," tandasnya.


Selain itu, Mintardjo menjelaskan, Pemerintah Indonesia harus lebih giat menjalin kerjasama bilateral dengan negara belahan Selatan untuk memperingan beban ekspor, sehingga ada keringanan bea masuk.

Asal tahu saja, forum World Export Development Forum (WEDF) yang digelar pemerintah ini, dihadiri sekitar 600 delegasi dari kalangan publik maupun swasta di seluruh dunia. WEDF merupakan persiapan sebelum forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Bali, Desember 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×