kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Impor migas tinggi, Menkeu Sri Mulyani: Kami lihat apakah tren atau anomali


Senin, 17 September 2018 / 18:26 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang Indonesia selama Agustus 2018 kembali defisit sebesar US$ 1,02 miliar. Defisit neraca dagang terjadi lantaran nilai impor Indonesia di bulan Agustus 2018 lebih besar yakni sebesar US$ 16,84 miliar. Sementara nilai ekspor hanya US$ 15,82 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit perdagangan migas menjadi biang kerok buruknya defisit neraca perdagangan Agustus 2018. Merujuk data BPS, impor migas pada Agustus 2018 naik 51,43% yoy, sedangkan ekspor migas hanya tumbuh 12,24% yoy.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan melihat apakah defisit perdagangan migas ini tren atau hanya anomali. "Defisit untuk migas masih cukup tinggi sehingga kita mengalami defisit. Oleh karena itu, untuk pelaksanaan program B20 dan kenaikan impor migas terutama pada bulan sebelum pelaksanaan B20 akan kami lihat," ujarnya di Gedung DPR RI, Senin (17/9).

Meski demikian, ia melanjutkan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan berupaya keras untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. "Berdasarkan pembahasan dengan para menteri, Pertamina, BUMN, Kementerian ESDM, Menko Perekonomian, dan BI, kami akan terus mencoba menjaga dan melihat perkembangannya ke depan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×