kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

IDI: Kekebalan kelompok takkan terbentuk jika banyak masyarakat tolak vaksin Covid-19


Kamis, 14 Januari 2021 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Daeng Mohammad Faqih, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah mulai menjalankan program vaksinasi virus corona (Covid-19) secara bertahap mulai Rabu (13/1). Ini merupakan upaya bersama membebaskan masyarakat Indonesia dari pandemi Covid-19.

Juru bicara Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Erlina Burhan mengatakan, proses vaksinasi perdana yang disiarkan secara langsung tersebut merupakan hal yang sangat baik untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan terjamin keamanannya.

“Kalau vaksin yang digunakan tidak aman, tentu para pemimpin tersebut tidak mau di vaksin. Ketua Umum IDI, dr. Daeng M. Faqih, juga ikut di vaksin bersama Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan kepada para tenaga kesehatan dan tenaga medis supaya tidak perlu ragu lagi menjalani vaksinasi saat gilirannya nanti,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Kamis (14/1).

Baca Juga: Waduh, varian baru virus corona sudah menginfeksi 50 negara

Erlina menjelaskan, salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Di mana terjadi jika 70% rakyat Indonesia di vaksin sehingga dapat melindungi 30% rakyat lainnya yang tidak bisa di vaksin atau yang rentan kesehatannya.

"Kalau banyak masyarakat yang menolak vaksinasi, kekebalan kelompok tersebut tidak akan tercapai sehingga penularan akan terus berlangsung, sementara kondisi kita sekarang ini saja sudah sangat sulit. Tidak bisa kita terus-terusan seperti ini," imbuhnya.

Vaksin Covid-19 keluaran Sinovac yang digunakan di tahap pertama program vaksinasi di Indonesia dipastikan aman karena telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa MUI juga telah mengeluarkan fatwa halal dan suci untuk vaksin Covid-19.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×