kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

ICW angkat bicara mengenai dinasti politik


Sabtu, 07 Januari 2017 / 11:55 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Partai Politik disebut sebagai fasilitator maraknya dinasti politik yang terjadi di Indonesia.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo mengatakan tidak ada kepala daerah dari unsur dinasti politik dari jalur perseorangan atau nonpartai.

"Tidak ada dari jalur independen. Ini menunjukkan partai ada persoalan, partai yang harus dibenahi," kata Adnan Topan Husodo saat diskusi bertajuk 'Korupsi dan Politik Dinasti' di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (7/1).

Menurut Adnan Topan Husodo, ada fenomena partai yang kini dikuasai pengusaha.

Karenanya, partai berubah menjadi perusahaan pribadi. Politik kemudian menjadi tidak berkembang.

Adnan Topan mengungkapkan korupsi partai politik bermuara dari pendanaan yang tidak transparan.

Masyarakat tidak mengetahui sumber pendanaan karena adanya hubungan gelap antara pengusaha dan partai politik.

"Ini yang menimbulkan pengusaha dengan politisi melakukan hubungan inses. Mereka pengusaha mereka juga politisi,"kata Adnan. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×