CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Hingga 2018, PLN Butuh US$ 60 Miliar


Selasa, 11 November 2008 / 16:13 WIB


Reporter: Badrut Tamam

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rapat yang berlangsung hari ini membahas tentang kebutuhan PLN hingga sepuluh tahun mendatang atau Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Direktur Utama PLN Fahmi Mohtar mengatakan, kebutuhan biaya untuk PLN selama sepuluh tahun ke depan sebesar US$ 60 miliar. "Jadi per tahun membutuhkan dana US$ 6 miliar. Dan perhitungan itu mulai tahun 2009," tandas Fahmi, Selasa (11/11).

Fahmi menambahkan, dana itu akan digunakan untuk seluruh pembiayaan PLN. Misalkan, penambahan kebutuhan PLN hingga sepuluh tahun ke depan membutuhkan 57 ribu MG, jaringan transmisi sepanjang 38 ribu kilometer.

Selain itu, Fahmi merinci kebutuhan bahan bakar PLN pada 2018 mendatang terdiri dari batu bara 63%, BBM 2%, gas alam 15%,  LNG 2%, Hydro 6%, dan geothermal sebesar 12%. "Itu proyeksi kebutuhan bahan bakar PLN," tandas Fahmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×