kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Hatta: Saya disadap, this is very serious!


Selasa, 19 November 2013 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Jadwal Konser Jakarta Fair Hari Ini (7/7): Godbless, Harga Tiket PRJ 2022 Rp 40.000


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa menuntut Pemerintah Australia untuk menyelesaikan kasus penyadapan secara tuntas.

"Menurut saya Australia harus memberi penjelasan soal ini secara clear, karena penyadapan itu telah mencederai hubungan diplomatik yang sangat baik selama ini, kita mempunyai hubungan bilateral, berbagai macam kesepakatan dengan norma diplomatik yang baik," keluh Hatta di Kompleks Parlemen (18/11).

Selain itu, Hatta juga mengakui bahwa dirinya juga menjadi korban penyadapan dari Australia sama seperti menteri-menteri lainnya. Atas tindakan ini, Hatta merasa geram dan menganggap masalah tersebut
menjadi masalah yang sangat serius, sebab, sudah masuk ke wilayah pemerintahan Indonesia.

"Saya disadap iya, jadi kalau Mensesneg disadap, Presiden disadap, beberapa pembantu dekat Presiden disadap itu sudah masuk ke jantungnya pemerintahan, this is very serious!," tandasnya

Meski demikian, Hatta menjamin kerjasama di bidang ekonomi dengan negeri Kanguru tersebut tidak akan berpengaruh.

"Ekonomi kita tetap berjalan, ya kita harus secara proporsional harus tetap berjalan. Akan tetapi Australia harus memberi penjelasan soal itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×