kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Hatta: Inflasi Januari tinggi karena paceklik


Senin, 31 Januari 2011 / 12:24 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai, inflasi Januari yang tinggi cukup wajar. Alasannya, pada Januari dan Februari memasuki masa paceklik.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, inflasi Januari ini bisa mencapai 1%. Penyebabnya karena harga pangan masih tinggi. Rencananya, esok hari, BPS akan mengumumkan laju inflasi Januari 2011.

Selain harga pangan, inflasi tahun ini juga terancam dengan adanya kebijakan pencabutan capping tarif dasar listrik. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menduga, pencabutan capping itu akan memecut inflasi 2011 mencapai 6,1% sampai 6,62% atau melampaui target pemerintah sebesar 5,3%.

Pemerintah sudah menerapkan beberapa langkah untuk menekan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. "Saya ingin membuat satu keadaan inflasi itu terjaga," kata Hatta, Senin (31/1). Salah satu langkah pemerintah adalah membebaskan bea masuk 57 komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×