kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Hatta: Inflasi Januari tinggi karena paceklik


Senin, 31 Januari 2011 / 12:24 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai, inflasi Januari yang tinggi cukup wajar. Alasannya, pada Januari dan Februari memasuki masa paceklik.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, inflasi Januari ini bisa mencapai 1%. Penyebabnya karena harga pangan masih tinggi. Rencananya, esok hari, BPS akan mengumumkan laju inflasi Januari 2011.

Selain harga pangan, inflasi tahun ini juga terancam dengan adanya kebijakan pencabutan capping tarif dasar listrik. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menduga, pencabutan capping itu akan memecut inflasi 2011 mencapai 6,1% sampai 6,62% atau melampaui target pemerintah sebesar 5,3%.

Pemerintah sudah menerapkan beberapa langkah untuk menekan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. "Saya ingin membuat satu keadaan inflasi itu terjaga," kata Hatta, Senin (31/1). Salah satu langkah pemerintah adalah membebaskan bea masuk 57 komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×