kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Kopi Jadi Penyumbang Inflasi Tahunan, BPS: Imbas Meningkatnya Permintaan Global


Selasa, 01 Oktober 2024 / 15:05 WIB
Harga Kopi Jadi Penyumbang Inflasi Tahunan, BPS: Imbas Meningkatnya Permintaan Global
ILUSTRASI. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komoditas kopi bubuk menjadi salah satu penyumbang terjadinya inflasi pada September 2024 secara tahunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi sebesar 1,84% year on year (yoy)lebih rendah dari inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 2,12% yoy.

Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, komoditas kopi bubuk mengalami inflasi disebabkan berbagai faktor. Seperti karena adanya perubahan cuaca yang menyebabkan produksi biji kopi menurun. Hal ini menyebabkan harga kopi menjadi meningkat.

Baca Juga: Lima Negara Penyumbang Wisman Terbanyak pada Agustus 2024

“Juga karena adanya peningkatan permintaan global,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (1/10).

Adapun komoditas kopi bubuk masih dalam komponen inti. Komponen inti pada September 2024 mengalami inflasi sebesar 0,16% mtm, dengan andil inflasi sebesar 0,10% mtm.

“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah kopi bubuk dan biaya akademi atau perguruan tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: BPS: Terdapat 24 Provinsi yang Mengalami Deflasi, Terdalam di Papua Barat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×