kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Harga Cabai Rawit dan Telur Makin Merangkak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru


Kamis, 23 Desember 2021 / 19:25 WIB
Pedagang memilah cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (22/12/2021).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

Kenaikan harga cabai diperkirakan lantaran faktor cuaca, yang kemudian didukung dengan adanya permintaan tinggi di tengah produksi yang tidak terlalu banyak.

"Kami ini susah, harga tinggi modalnya terbatas, jualnya juga susah, kalau kaya gini permintaannya cukup tinggi kan, permintaan cukup tinggi dan produksinya terbatas, ya susah kita, modal kita terbatas, jualnya juga susah, karena harganya cukup tinggi," ungkap Abdullah.

Oleh karenanya, IKAPPI menyarankan agar dilakukan pemetaan wilayah produksi komoditi pangan di Indonesia. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya kondisi berulang setiap tahunnya.

"Sekarang perlu pemetaan wilayah produksi, perlu ada grand design pangan agar tiap tahun tidak begini saja," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×