Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga cabai dan bawang merah menjadi sorotan setelah mengalami lonjakan sejak sebelum lebaran hingga saat ini.
Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengatakan kenaikan harga itu dipengaruhi lantaran banyak pasar yang belum sepenuhnya berjalan normal karena libur panjang.
Pihaknya memastikan kenaikan harga cabai yang menyentuh kenaikan Rp 100.000/kg bukan disebabkan masalah pasokan.
"Cabai keriting kemarin menyentuh Rp 90.000/kg-100.000/kg di pasar memang salah satunya karena kenaikan kebutuhan tapi penjualnya sedikit," kata Abdul dalam rapat koordinasi hari besar keagamaan nasional bersama Badan Pangan Nasional, Kamis (3/4).
Baca Juga: Zulhas: Harga Pangan Lebaran Tahun Ini Terkendali, Stok Aman
Walau begitu Abdul memproyeksi harga cabai akan berangsur turun mulai pekan ini. Menurutnya ini didukung dengan adanya panen raya cabai yang akan mulai berangsur dalam waktu dekat.
"Kondisi saat ini mungkin akan terus turun di aneka cabai, tapi meski turun kita harapannya tidak sampai jatuh," jelasnya.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas pada Kamis, harga rata-rata nasional cabai rawit merah menyentuh Rp 88.843 per kilogram. Angka itu melampaui harga acuan penjualan (HAP) sebanyak 55% cabai rawit merah yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 40.000 hingga Rp 57.000 per kilogram.
Komoditas cabai lain yang juga terpantau masih mahal yakni cabai merah keriting yang secara nasional harganya mencapai Rp 64.341 per kg. Harga itu naik 16,98 persen dari HAP sebesar Rp 37.000 sampai Rp 55.000 setiap kg.
Sementara itu, Champion Bawang Merah, Akhmad Soleh juga menyatakan hal serupa. Kenaikan harga bawang merah beberapa waktu terakhir lantaran kondisi pasar yang masih belum sepenuhnya aktif.
"Ada lonjakan harga bukan karena kurang stok tapi aktivitas pasar dan lalu lintas barang yang belum normal," ujarnya.
Baca Juga: KPPU Soroti Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Bawang Putih Jelang Lebaran
Dia juga menyebut pihaknya bersama dengan mitra petani telah melakukan pengiriman tambahan bawang merah asal Kendal sebanyak 8 ton untuk di distribusikan kepada pasar-pasar tradisional. Prediksinya harga bawang merah akan mulai berangsur turun pada H+8 Idulfitri ini.
"Kenaikan ini memang karena aktivitas pasar belum normal, tapi insyaallah H+8 akan normal," ujarnya.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas pada Kamis, harga rata-rata nasional bawang merah rata-rata nasional mencapai Rp 44.758/kg, harga ini lebih tinggi dari ketetapan HAP bawang merah yang ditetapkan Rp 36.500-41.000/kg. Kenaikan tertinggi terjadi di Maluku Utara mencapai Rp 55.769/kg dan terendah terjadi di Sumatera Barat Rp 35.414/kg.
Selanjutnya: Hutama Karya Targetkan Bisnis Rest Area Meningkat pada Periode Lebaran 2025
Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News