kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Harga BBM tetap naik walau ekonomi melambat


Selasa, 07 Mei 2013 / 10:01 WIB
ILUSTRASI. Banyak yang berpikir bahwa Dogecoin dan Shiba Inu merupakan kripto paling populer saat ini. Ternyata, perkiraan itu meleset. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I melambat menjadi 6,02% atau lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar 6,3%. Walaupun terlihat ada penurunan kinerja ekonomi, namun pemerintah mengaku tak akan menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Pemerintah memastikan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan walaupun  pertumbuhan ekonomi kuartal I turun dan inflasi mengancam pada Juni mendatang.  Hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmanzah, Selasa (7/5).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal I mayoritas ditopang konsumsi domestik. Penyebab rendahnya konsumsi domestik ini tak terlepas dari tingginya inflasi tiga bulan pertama. Akibatnya, masyarakat sedikit mengerem belanja rumah tangga.

Ia menilai, momentum kenaikan harga BBM seharusnya dilakukan pada bulan April atau Mei. Namun begitu, Firmanzah memastikan, harga BBM bersubsidi tetap dinaikkan pemerintah. "Keputusan BBM tetap, Dan ini sedang dipersiapkan nota keuangan APBN-P 2013," tutur Firmanzah.

Rencananya, usai masa reses DPR RI nanti, pemerintah akan langsung pembahasan APBN-Perubahan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia bilang, dalam APBN-P, pemerintah merombak target pertumbuhan ekonomi dan inflasi. "Semuanya ada perubahan, inflasi, pertumbuhan, rupiah juga," tegas Firmanzah.

Tapi sayang, Firmanzah merahasiakan berapa target inflasi dan pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN-P tersebut. Alasannya adalah, target tersebut masih dibahas dan masih belum bisa dibeberkan ke publik.

Firmanzah juga menegaskan, kompensasi kenaikan BBM tersebut nanti akan diiringi dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM ), juga sejumlah program sosial lainnya yang selama ini sudah berjalan, tetapi volumenya dinaikkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×