kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga BBM naik, buruh demo besar-besaran di DPR


Kamis, 13 Juni 2013 / 13:40 WIB
ILUSTRASI. Cek Daftar Promo Code Roblox Tahun 2022, Mau Klaim Hadiah Item Gratis?


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat kecaman keras dari kalangan buruh. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan, kenaikan harga BBM akan kembali membuat buruh miskin akibat daya belinya tergerus. “Kenaikan harga BBM akan mengakibatkan daya beli buruh turun 30%. Sehingga, kenaikan upah minimum tahun lalu yang rata-rata sebesar 30% menjadi sia-sia,” kata Iqbal kepada KONTAN, Kamis (13/6).

Iqbal menambahkan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM juga tidak realistis. Pasalnya, pemerintah belum mau menggunakan pengalihan subsidi BBM untuk melaksanakan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat pada 1 Januari 2014 mendatang. Ironisnya, kata Iqbal, pemerintah malah mau menjalankan jaminan kesehatan tersebut secara bertahap mulai tahun 2019. “Lalu, apa manfaat pengalihan subsidi BBM tersebut?” tanya Iqbal.

Bukan cuma itu. Rencana kenaikan BBM tersebut, tidak diiringi ketegasan secara terbuka dari pemerintah bahwa pengalihan subsidi BBM untuk transportasi publik dan perumahan buruh. Padahal, kata Iqbal, dua item tersebut mahal harganya untuk buruh nikmati.

Iqbal juga mengatakan, buruh menolak pemberian kompensasi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), karena program ini tidak menyelesaikan kemiskinan yang dialami para buruh. “BLSM hanya seperti sinterklas menjelang Pemilu 2014,” tegas dia.

Untuk menyikapi kenaikan harga BBM tersebut, Iqbal menambahkan, kalangan buruh akan melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran dan secara serempak di seluruh Indonesia pada 17-18 Juni nanti. Aksi itu akan dilakukan di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×