kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.975   83,00   0,46%
  • IDX 6.035   -66,02   -1,08%
  • KOMPAS100 788   -7,51   -0,94%
  • LQ45 594   -4,00   -0,67%
  • ISSI 210   -2,14   -1,01%
  • IDX30 336   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 411   -1,29   -0,31%
  • IDX80 89   -0,87   -0,97%
  • IDXV30 111   0,12   0,10%
  • IDXQ30 107   -0,27   -0,25%

Harga barang administered price naik, BI nilai inflasi Februari 2018 terkendali


Kamis, 01 Maret 2018 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Perawatan Instalasi Listrik


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Februari 2018 sebesar 0,17%, turun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 0,62%. Dengan perkembangan itu, inflasi tahunan Februari 2018 berada di level 3,18% year on year (YoY).

"Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2018 tetap terkendali dalam kisaran sasaran," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat dalam keterangan resmi, Kamis (1/3).

BPS juga mencatat, penurunan inflasi tersebut dipengaruhi oleh inflasi inti dan volatile food yang lebih rendah dari bulan sebelumnya, di tengah meningkatnya inflasi atas barang-barang yang harganya diatur pemerintah (administered prices).

Inflasi inti Februari 2018 menurun menjadi 0,26%, lebih rendah dibandingkan Januari 2018 yang sebesar 0,31%. Adapun inflasi tahunan inti Februari 2018 tercatat sebesar 2,58% YoY.

"Perkembangan tersebut tidak terlepas dari konsistensi kebijakan BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar," tambah Arbonas.

Sementara itu, inflasi kelompok volatile food juga menurun menjadi 1,1% dibanding bulan sebelumya yang sebesar 2,58%, meski terdapat tekanan dari harga beras. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat sebesar 3,10% YoY.

Di sisi lain, inflasi kelompok administered prices meningkat menjadi 0,07% setelah di Januari 2017 mengalami deflasi 0,15%. Penyebab inflasi kelompok ini, yaitu dari kelompok energi berupa penyesuaian harga bensin nonsubsidi dan tarif listrik.

BI memperkirakan, inflasi ke depan tetap berada pada sasaran inflasi 2018, yaitu 3,5% plus minus 1%. "Koordinasi kebijakan pemerintah dan BI dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat, terutama sebagai antisipasi risiko meningkatnya inflasi volatile food," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×