kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Emas perhiasan turut mendorong inflasi inti Februari


Kamis, 01 Maret 2018 / 13:21 WIB
ILUSTRASI. Emas perhiasan


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Februari 2018 sebesar 0,17% secara bulanan dan 3,18% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,62% secara bulanan dan 3,25% yoy. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, inflasi selama bulan lalu lebih disebabkan oleh inflasi inti. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender 2018 mencapai 0,57% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 2,58%.

"Inflasi inti menjadi penyebab inflasi Februari 2018, angkanya 0,26% dan andilnya ke inflasi Februari itu 0,15%," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/3). 

Ia menjelaskan, penyebab utama dari inflasi inti pada Februari 2018 adalah kenaikan harga emas perhiasan yang menyumbang sebesar 0,02%. “Ini dipengaruhi harga internasional. Emas ke inflasi inti 0,02%,” katanya.

Adapun, inflasi inti didorong oleh kenaikan upah pembantu rumah tangga (PRT), sewa rumah, tukang bukan mandor, dan beberapa komoditas seperti susu dan ayam goreng. Oleh karena itu, ia belum melihat adanya pengaruh nilai tukar rupiah dalam inflasi inti.

“Saya highlight komoditasnya saja. Jadi lebih karena domestik, yang berkaitan dengan internasional lebih ke emas,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×