kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Emas perhiasan turut mendorong inflasi inti Februari


Kamis, 01 Maret 2018 / 13:21 WIB
ILUSTRASI. Emas perhiasan


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Februari 2018 sebesar 0,17% secara bulanan dan 3,18% secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,62% secara bulanan dan 3,25% yoy. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, inflasi selama bulan lalu lebih disebabkan oleh inflasi inti. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender 2018 mencapai 0,57% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 2,58%.

"Inflasi inti menjadi penyebab inflasi Februari 2018, angkanya 0,26% dan andilnya ke inflasi Februari itu 0,15%," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/3). 

Ia menjelaskan, penyebab utama dari inflasi inti pada Februari 2018 adalah kenaikan harga emas perhiasan yang menyumbang sebesar 0,02%. “Ini dipengaruhi harga internasional. Emas ke inflasi inti 0,02%,” katanya.

Adapun, inflasi inti didorong oleh kenaikan upah pembantu rumah tangga (PRT), sewa rumah, tukang bukan mandor, dan beberapa komoditas seperti susu dan ayam goreng. Oleh karena itu, ia belum melihat adanya pengaruh nilai tukar rupiah dalam inflasi inti.

“Saya highlight komoditasnya saja. Jadi lebih karena domestik, yang berkaitan dengan internasional lebih ke emas,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×