kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Harap Sabar, Penyelidikan Dugaan Kekaisaran Sambo Masih Adem


Jumat, 19 Agustus 2022 / 07:00 WIB
Harap Sabar, Penyelidikan Dugaan Kekaisaran Sambo Masih Adem


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keterlibatan tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo dengan jejaring raksasa judi online, semakin panas. Apalagi, dengan kemunculan diagram "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303" yang menggambarkan adanya keterlibatan terstruktur dalam internal Polri bersama dengan pengusaha dalam menjalankan aktivitas judi online.  

Meski begitu, belum ada tanda-tanda penyelidikan untuk dugaan keterlibatan Sambo dengan Konsorsium 303 yang sudah mencuat sejak awal kasus pembunuhan Brigadir J ini. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, tim khusus yang memeriksa Ferdy Sambo akan fokus dulu dalam pembuktian kasus yang sudah disangkakan. Sambo sebelumnya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja, juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. 

"Supaya tidak (melebar) ke mana-mana, fokus itu dulu. Jika nanti ada perkembangan lebih lanjut, itu akan disampaikan," kata Dedi, Kamis (18/8). 

Tim yang menyelidiki kasus Sambo pun masih sama. Artinya, belum ada tim baru selain tim khusus (timsus) gabungan dan inspektorat khusus (Irsus) yang sudah diumumkan sebelumnya. 

Terkait kasus dugaan pembunuhan berencana, Polri juga sudah memeriksa Putri Chandrawati istri Ferdy Sambo di pekan ini. Dedi menegaskan, pengembangan pemeriksaan oleh timsus akan disampaikan Jumat ini (19/8). 

Klarifikasi

Dalam diagram "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303", disebutkan juga beberapa nama pengusaha seperti Tom Liwafa. Pria yang dikenal dengan crazy rich Surabaya ini disebut berperan dalam pencucian uang dari aktivitas judi online, dengan melibatkan bisnis sah milik Tom.

Tom menegaskan, berita yang menyebar ini tidaklah benar. 

Dalam akun instagram resminya, @tomliwafa, Tom mengatakan, diagram tersebut sebagai hoax dan termasuk pencemaran nama baik. Dia pun tidak akan diam menyikapi hal ini. 

"Saya siap untuk diperiksa kapanpun itu. Namun, jika tak terbukti sama sekali, pasti saya juga ambil langkah hukum," tulis dia dalam Instastrory-nya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×