kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Hanya 7 Bulan, Indonesia Jadi Salah Satu Negara Tercepat Masuk Proses Aksesi OECD


Kamis, 29 Februari 2024 / 12:00 WIB
Hanya 7 Bulan, Indonesia Jadi Salah Satu Negara Tercepat Masuk Proses Aksesi OECD
ILUSTRASI. Indonesia secara resmi masuk ke dalam proses aksesi keanggotaan OECD pada 20 Februari 2024.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia secara resmi masuk ke dalam proses aksesi keanggotaan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada 20 Februari 2024. Dengan demikian, peluang Indonesia untuk masuk menjadi anggota negara maju makin besar untuk terwujud. 

Bila menarik ke belakang, pada awalnya Indonesia menyampaikan intensi ingin bergabung menjadi anggota OECD adalah pada Juli 2024. Dengan demikian, hanya memakan waktu kurang lebih tujuh bulan hingga Indonesia sampai ke proses aksesi. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun berbangga. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan proses yang paling cepat. 

“Proses sampai aksesi ini selama tujuh bulan. (Indonesia) dianggap salah satu yang tercepat dalam proses yang ada di OECD,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (28/2) di Jakarta. 

Baca Juga: Selangkah Lebih Dekat Jadi Negara Anggota OECD, Ini Persiapan Indonesia

Tak hanya itu, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang masuk ke dalam proses aksesi OECD. Ia mengklaim, ini tak lepas dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. 

Selain itu, Indonesia juga menjalin kerja sama erat dengan OECD bahkan sejak tahun 2007. Belum bergabung saja, OECD sudah buka kantor di Indonesia sejak tahun 2015. 

Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dilakukan oleh Indonesia. Dalam hal ini, perlu adanya proses reformasi struktural, kebijakan, hingga regulasi yang harus dilanjutkan. 

Hal tersebut juga sehubungan dengan referensi yang dimiliki oleh negara-negara anggota. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×