kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hakim ST dan penyuapnya tiba di KPK


Jumat, 22 Maret 2013 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bandung dan seorang lain yang diduga pemberi suap, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi penangkapan di Bandung siang ini (22/3), akhirnya tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

A, yang diduga menjadi pemberi suap, datang ke KPK menggunakan mobil berwarna hitam sekitar pukul 17.50 WIB. Ia datang mengenakan kemeja putih lengan pendek bergaris. Saat memasuki lobi KPK, ia hanya membisu sambil berusaha menutupi wajahnya.

Berselang 10 menit kemudian, ST, Wakil Ketua PN Bandung berinisial SET. Ia datang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna merah marun. Hakim paruh baya itu masih sempat menebar senyum kepada awak media yang mengerumuninya ketika masuk gedung KPK/

Hingga kini keduanya masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Mereka pun masih berstatus sebagai terperiksa. Lembaga anti rasuah itu memiliki waktu selama 1X24 jam dari waktu penangkapan untuk memutuskan apakah keduanya akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

Keduanya tertangkap basa sekitar pukul 14.15 WIB di ruang kerja hakim ST di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, keduanya ditangkap terkait dugaan penyuapan dalam penanganan perkara korupsi bantuan sosial yang tengah disidangkan. Dalam penangkapan, penyidik mengamankan barang bukti berjumlah sekitar Rp 150 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×