kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Hadapi perdagangan bebas, Indonesia harus kerek kualitas produk


Minggu, 21 November 2010 / 15:24 WIB
ILUSTRASI. Liza Lavina


Reporter: Irma Yani

JAKARTA. Indonesia dinilai belum sepenuhnya siap mengahadapi perdagangan bebas lantaran daya saingnya masih lebih rendah ketimbang negara lain. Hanya saja, Indonesia tetap tidak bisa bersembunyi dari arus perdagangan bebas yang menggelontor saat ini.

"Kita tidak bisa menghindar jadi harus ngebut mengejar ketertinggalan. Indonesia harus mampu bersaing dengan negara lain," kata Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Syahrial Loetan, baru-baru ini.

Menurutnya, Indonesia harus siap menghadapi perdagangan bebas antar kawasan seperti yang sudah dijalankan dalam Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) sejak awal tahun ini. Dus, Indonesia perlu meningkatkan standar kualitas barang-barang yang diperdagangkan seperti yang disyaratkan di pasar global.

Syahrial menilai, jika kualitas barang perdagangan Indonesia tidak mengikuti standar internasional, maka kemungkinan perdagangan internasional Indonesia akan tergerus dengan negara lain. Akibatnya, "Terjadi defisit perdagangan dimana ekspor lebih kecil dibanding impor," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×