kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Hadapi Perang Modern, Prabowo Minta Rekrutmen TNI-Polri Tak Cuma Lihat Fisik


Rabu, 07 Oktober 2026 / 19:26 WIB
Hadapi Perang Modern, Prabowo Minta Rekrutmen TNI-Polri Tak Cuma Lihat Fisik
ILUSTRASI. Presiden Prabowo kumpulkan 800 perwira TNI dan Polri (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, salah satu perhatian Prabowo adalah sistem rekrutmen TNI dan Polri yang tidak hanya mempertimbangkan kemampuan fisik, tetapi juga kapasitas intelektual.

Hal tersebut disampaikan Dudung setelah mengikuti taklimat Presiden Prabowo kepada sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Prabowo Beri Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Haji 2027 Jadi Rp 23,2 Juta per Jemaah

“Kemudian harus menyiapkan juga secara profesional, baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual,” ujar Dudung dalam keterangan resminya.

Menurut dia, kebutuhan terhadap personel dengan kemampuan intelektual yang baik berkaitan dengan perubahan karakter ancaman keamanan di masa depan.

“Kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh tapi dia pintar,” katanya.

Dudung mengatakan, tantangan pertahanan dan keamanan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan konvensional. Perkembangan teknologi turut mengubah bentuk ancaman yang harus diantisipasi oleh aparat keamanan.

“Karena tantangan ke depan ini kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentris Bapak Presiden,” ujar Dudung.

Karena itu, Prabowo juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit dan anggota kepolisian. Peningkatan tersebut mencakup pendidikan dan latihan agar personel TNI-Polri mampu menghadapi perkembangan ancaman keamanan.

“Situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan satu bagaimana profesionalisme prajurit perlu ditingkatkan baik pendidikan, maupun latihan,” tutur Dudung.

Selain membahas penguatan SDM, dalam taklimat tersebut Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung sejumlah program pemerintah.

Baca Juga: Kemenhaj Sebut Pelunasan Bipih 2027 Turun, Ini Besarannya

Dudung menyebut kontribusi tersebut antara lain terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta upaya menjaga situasi keamanan nasional.

“Tadi atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi,” kata Dudung.

Pertemuan Prabowo dengan ratusan perwira tinggi TNI-Polri tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelaraskan kesiapan aparat keamanan dengan perkembangan lingkungan strategis dan tantangan keamanan modern.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×