kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gerindra Kritik Program Pengentasan Kemiskinan SBY-JK


Kamis, 05 Februari 2009 / 14:55 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terus melontarkan kritik tajam terhadap program pengentasan kemiskinan SBY-JK. Partai yang mengsung Prabowo sebagai capres ini, mengingatkan agar masyarakat tidak terkecoh dengan akrobat statistik yang dilakukan pemerintah untuk kepentingan pencitraan semata. "Lebih dari separuh penduduk Indonesia masih hidup dalam kemiskinan," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, Kamis (5/1).

Pemerintah mengklaim telah berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Bahkan, dengan bangga menyebutkan bahwa angka kemiskinan tahun 2008 adalah angka kemiskinan terendah dalam satu dekade terakhir.

Penurunan angka kemiskinan yang diklaim pemerintah diperoleh dari pengetatan garis kemiskinan yang hanya Rp 182.636 perkapita perbulan, atau hanya naik 9,56 persen dari garis kemiskinan 2007 sebesar Rp 166.697. "Padahal untuk perbaikan kondisi kemiskinan minimal membutuhkan kenaikan konsumsi 20 persen dari orang-orang miskin," ucapnya

Garindra menegaskan, tidak ada keberhasilan pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Hasil kerja pemerintah sangat minim dalam menurunkan kemiskinan bila dibanding dengan anggaran program pengentasan kemiskinan yang meningkat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×