kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Genjot jumlah wisman, BKPM gandeng Korean Air


Selasa, 14 Maret 2017 / 20:33 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Korea Selatan ke Indonesia masih sangat minim. Padahal, wisman asal Korsel menjadi salah satu peluang bagi Indonesia untuk menambah pundi-pundi devisa.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, setiap tahun jumlah kunjungan wisman ke Indonesia hanya 400.000 per tahun. Padahal, jumlah kunjungan wisman Korea ke Filipina dan Malaysia lebih dari 1 juta kunjungan per tahun.

Lembong bilang, hal tersebut lantaran permasalahan di sektor penerbangan. “Jadi kendalanya memang konektivitas udara, terutama tiket murah, penerbangan murah. Fokus kita minggu ini," kata dia dalam acara Indonesia-Korea Business Summit di Hotel Shangri La Jakarta, Selasa (14/3).

Oleh karena itu, Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) memanfaatkan acara Indonesia Korea Bussiness Summit yang diadakan BKPM di Hotel Shangri La Jakarta untuk menggandeng perusahaan airlines asal Korsel, Korean Air. Dalam acara itu, Chaiman Korean Air Cho Yangho memang menjadi tamu undangan.

"Makanya dalam rombongan bisnis ada Korean Air, kami mau genjot konektivitas udara,” ucapnya.

Menurut Thomas, investasi di sektor pariwisata saat ini peluangnya besar. Pasalnya, tren di Asia Pasifik saat ini kelas menengah semakin punya daya beli. “Jadi pariwisata sangat menjanjikan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×