Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) turut berdampak terhadap sejumlah fasilitas bandar udara.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai memetakan kondisi infrastruktur bandara untuk menentukan langkah pemulihan pascabencana.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah bandara terdampak pada Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Siapkan Syarat Khusus Bagi Masyarakat Dayak untuk Jadi Prajurit TNI
Lima bandara yang diperiksa yakni Bandara Komodo, Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Bandara Soa Bajawa, dan Bandara Frans Sales Lega Ruteng.
Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas dan aset bandara sekaligus memetakan kebutuhan penanganan pascagempa. Hasil pemeriksaan lapangan akan menjadi dasar Kemenhub dalam menentukan skala prioritas pemulihan.
“Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik. Selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan, agar fasilitas bandar udara dapat segera dipulihkan dan mendukung kembali aktivitas masyarakat serta konektivitas di wilayah NTT,” ujar Lukman dalam keterangan resminya, Minggu (30/8/2026).
Salah satu bandara yang menjadi perhatian adalah Bandara Soa Bajawa. Kemenhub menyebut pemulihan sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung di bandara tersebut menjadi prioritas, termasuk area terminal penumpang serta fasilitas yang menunjang operasional penerbangan.
Kemenhub belum merinci nilai kerusakan maupun kebutuhan anggaran untuk pemulihan fasilitas bandara yang terdampak. Pemerintah masih melakukan identifikasi di lapangan untuk menentukan penanganan sesuai tingkat kerusakan masing-masing fasilitas.
Baca Juga: BNPB Siapkan Pedoman Baru Usai MK Ubah Syarat Bencana Nasional
Di sisi lain, Kemenhub menegaskan proses pemulihan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait terus dilakukan agar perbaikan fasilitas dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Selain mengecek kondisi infrastruktur, Lukman juga menyerahkan bantuan kepada jajaran di wilayah terdampak sebagai bentuk dukungan bagi pegawai yang tetap menjalankan pelayanan di tengah kondisi pascabencana.
Dengan pemetaan kerusakan dan penetapan skala prioritas tersebut, Kemenhub menyiapkan langkah pemulihan fasilitas bandar udara terdampak agar konektivitas dan pelayanan penerbangan di NTT dapat kembali berjalan secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














