kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Fenomena baru letusan kecil Gunung Merapi


Senin, 05 Mei 2014 / 22:45 WIB
ILUSTRASI. Waspadai 5 Dampak Stunting Pada Anak


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

MAGELANG. Letusan-letusan kecil yang kerap timbul di Gunung Merapi belakangan ini disebabkan karena paramater kegempaan yang belum terpola dengan jelas. Fenomena ini merupakan karakter baru Merapi pasca-erupsi 2010 lalu.

Demikian dikatakan Dewi Sri Sayudi, staf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, seusai memberi sosialisasi ke perangkat desa di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Senin (5/5).

“Saat Merapi erupsi pada 1872 silam, fenomena seperti itu juga terjadi. Saat itu fenomena itu muncul selama dua tahun," ujar Dewi.

Dewi memperkirakan, letusan-letusan kecil ini akan terus terjadi, bahkan sampai status Merapi naik menjadi siaga dan awas. Namun demikian, pihaknya tetap meninjau kembali jika terjadi perubahan pada alat pemantau.

“Insyaallah seperti itu (letusan-letusan kecil). Kami berharap hanya letusan kecil, karena kita melihat aktivitas menurun sehari, dua hari," lanjutnya.

Dewi menjelaskan, meski hanya berupa letusan-letusan kecil, namun akibat letusan pada 18 November 2013 silam, terjadi retakan pada kubah lava 2010 dengan lebar 70 meter dan panjang 250 meter.

Meningkatkanya status Gunung Merapi menjadi Waspada, membuat BPPTKG melakukan sosialisasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang yang masuk ke kawasan rawan bencana (KRB) Merapi. Dua wilayah di Kabupaten Magelang yang mendapat sosialisasi kemarin adalah Kecamatan Dukun dan Srumbung.

“Sosialisasi ini bertujuan agar warga lebih mengerti informasi secara langsung dari sumbernya. Sehingga, tidak terlalu panik dan mempercayai informasi-informasi yang tidak jelas,” kata Sri.

Pada kesempatan itu, BPPTKG juga mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas di jarak terdekat dari puncak Merapi seperti kegiatan pendakian, pertanian dan kegiatan lainnya. (Ika Fitriana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×