kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Exxon Tidak Boleh Menggarap Blok Natuna Lagi


Senin, 11 Mei 2009 / 20:00 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa kontrak ExxonMobil di Blok Natuna D Alpha sudah berakhir. Ujungnya, pengelolaan ladang gas tersebut harus diserahkan ke operator lain. "Sejak awal saya mengatakan ini sudah expired, dan tidak bisa diperpanjang lagi," tegasnya usai silaturahmi dengan warga Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Senin (11/5).

Kalla menegaskan bahwa ladang Natuna harus diserahkan kepada PT Pertamina sebagai perusahaan migas nasional. Meskipun eksplorasi Natuna cukup sulit, namun Pertamina harus belajar dan berupaya keras untuk melakukannya. Selain itu, Pertamina harus melaksanakan eksplorasi itu tanpa melibatkan tenaga asing. "Walaupun teknologinya tidak mudah, tapi justru di situlah tantangannya. Jika mudah buat apa? Makanya pakai otak, otot dan kantong sendiri," urai Kalla.

Kalla optimistis Pertamina sanggup mengeksplorasi Blok Natuna. Ia juga mempersilakan Pertamina mencari rekan untuk mengelola Natuna. "Exxon tidak boleh lagi, sudah 28 tahun mereka memegang hak Natuna dan tidak berbuat apa-apa," kecamnya. Pernyataan Kalla ini menepis anggapan bahwa pemerintah bakal menyerahkan pengelolaan Blok Natuna kepada Exxon kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×