kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Erick Thohir: Program DP Rp 0 tak mendidik untuk generasi milenial


Selasa, 28 Januari 2020 / 15:36 WIB
ILUSTRASI. Menteri BUMN Erick Thohir saat peresmian landasan pacu tiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), East Connection Taxiway (ECT), terminal tiga dan gedung VIP Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Kamis (23/1/2020). Erick menilai program DP


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tak setuju dengan adanya program pembelian rumah tanpa uang muka atau program DP (down payment) Rp 0. 

Program tersebut saat ini dijalankan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Baca Juga: Panja Jiwasraya berniat panggil mantan Menteri BUMN

“Saya tidak setuju dengan DP nol persen atau zero percent down payment. Karena ini tidak mendidik generasi muda kita untuk menabung,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (28/1). 

Erick menilai ada baiknya generasi milenial dibiasakan untuk menabung. Atas dasar itu, dia tak setuju jika generasi milenial membeli rumah tanpa membayar uang muka sepeser pun. 

“Kalau anak muda dibiasakan untuk dididik menabung sedari awal dengan bunga KPR 5 persen atau berapa persen, maka generasi muda itu akan punya rasa tanggungjawab,” kata Erick. 

Mantan Ketua INASGOC itu khawatir program tersebut malah dimanfaatkan oleh para pialang untuk mencari keuntungan. Hal tersebut bisa mengakibatkan masyarakat yang membutuhkan justru tak bisa memiliki hunian. 

Baca Juga: Erick Thohir pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf jadi komisaris Garuda, ini alasannya

“Jangan-jangan nanti yang rumah DP nol persen itu bukan anak mudanya yang ambil, melainkan diambil para pialang atau trader untuk dijual kembali,” ucap dia. 




TERBARU

[X]
×