kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Erick Thohir: Pertamina hemat Rp 280 miliar karena beli crude oil langsung dari AS


Jumat, 13 Desember 2019 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Menteri BUMN Erick Thohir. REUTERS/Aly Song


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah serius untuk menekan impor minyak dan gas (migas). Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, sudah ada beberapa usaha yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah.

Salah satunya adalah dengan Pertamina membeli minyak mentah atau crude oil langsung dari produsennya. Erick menyebut Pertamina telah membeli sekitar 1,2 juta barrel crude oil dari Amerika Serikat (AS). Karena ini langsung dari produsennya, maka pembelian ini telah menghemat Rp 280 miliar.

Baca Juga: Menteri BUMN akan tata, Garuda setop pengembangan anak dan cucu perusahaan

"Ini karena harganya lebih murah US$ 5 - US$ 6 per barel," jelas Ericks saat ditemui di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Jumat (13/12).

Erick lalu menggambarkan bahwa bila pembelian crude oil tanpa traders ini terus dilakukan, maka tentu saja akan menguntungkan. Apalagi kebutuhan crude oil Indonesia disebut Erick bisa mencapai 30 juta barrel.

Baca Juga: Arcandra Tahar masuk radar calon petinggi PGN

"Bila pembelian minyak dari AS tersebut bisa kita besarkan, kita bisa hemat Rp 1 triliun. Namun, jangan semua. Nanti jadi potensi KKN baru," kata Erick.

Selain itu, dalam rangka menekan angka impor migas, pemerintah juga akan memperlakukan program campuran minyak nabati 30% untuk biodiesel (B30). Rencananya program ini akan diterapkan pada tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×