kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Erick Thohir akan melebur bisnis sampingan BUMN, dari hotel hingga rumahsakit


Rabu, 11 Desember 2019 / 07:03 WIB
Erick Thohir akan melebur bisnis sampingan BUMN, dari hotel hingga rumahsakit
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri) tiba di ruang komisi untuk mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Menteri BUMN Erick

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri BUMN Erick Thohir akan melebur bisnis-bisnis sampingan yang dimiliki oleh BUMN. Hal tersebut menindaklanjuti temuan mengenai banyaknya BUMN yang memiliki anak dan cucu usaha yang berbeda dengan bisnis inti.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mencontohkan, saat ini terdapat 85 hotel yang dimiliki oleh BUMN. Namun, hotel tersebut bukan bagian dari BUMN perhotelan atau PT Hotel Indonesia Natour (Persero) (Inna Hotel Group). "BUMN yang memiliki bisnis inti hotel ya Inna Hotel. Tapi tidak tahu ternyata ada 85 hotel dimiliki BUMN," ucap Arya, Selasa (10/12).

Baca Juga: Direksi Dirombak, Saham BUMN Menanjak premium Direksi Dirombak, Saham BUMN Menanjak premium

Nantinya, bisnis-bisnis di luar bisnis inti perusahaan pelat merah bakal dilebur. Sehingga, perusahaan yang bersangkutan bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki. "Kami ingin buat semua kembali ke bisnis inti masing-masing. Itu tetap mekanisme bisnis," ucap dia.

Dirinya pun mencontohkan beberapa BUMN yang memiliki anak-cucu usaha perhotelan seperti PT Pertamina (Persero) dan PT PANN Multi Finance (Persero). PT PANN yang sempat disorot lantaran tak dikenal oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diketahui membangun bisnis hotel untuk melancarkan arus kas perusahaan.

"Lalu PT PANN, punya hotel di Bandung, besar. Apakah menguntungkan? Kata mereka, 'Iya, Pak, itu bantu kami bayar gaji-gaji'," ujar dia.

Baca Juga: Saham perbankan jadi biang penurunan indeks BUMN20, bagaimana rekomendasi analis? Saham perbankan jadi biang penurunan indeks BUMN20, bagaimana rekomendasi analis?

Selain bisnis perhotelan, sasaran Kementerian BUMN berikutnya adalah bisnis logistik. Selain PT Pos Indonesia, ternyata beberapa perusahaan pelat merah lain yang menjalankan bisnis logistik seperti PT Pelindo (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) juga disasar.

Bahkan, jumlah perusahaan logistik BUMN mencapai sekitar 30 perusahaan. Selain itu juga bisnis rumahsakit. "Saya lagi hitung berapa rumahsakit kita punya. Itu bukan core-nya. Ini tantangan kami ke depan. Kami mulai ke core bisnis agar makin kuat," jelas Arya. (Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Erick Thohir Akan Lebur Bisnis Sampingan BUMN, dari Hotel hingga Rumah Sakit.




TERBARU

Close [X]
×