kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga Ungkap Sederet Pendorongnya


Kamis, 05 November 2026 / 16:42 WIB
Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga Ungkap Sederet Pendorongnya
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2026. 

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sejumlah negara besar dunia, seperti China, Korea Selatan, Jerman, dan Jepang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh sejumlah komponen, terutama permintaan domestik, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, hingga kinerja industri pengolahan.

Baca Juga: Bappenas Targetkan Aturan Pelaksanaan UU SDI Rampung 1-2 Bulan Ke Depan

"Di tengah ketidakpastian itu pertumbuhan ekonomi kita masih baik, yaitu pertumbuhan sebesar 5,47% secara year on year," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (5/11).

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan pertumbuhan sebesar 5,04%. Komponen ini memiliki kontribusi mencapai 51,97% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi, yakni 8,95%. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 5,66%.

Airlangga menjelaskan, peningkatan konsumsi pemerintah tidak terlepas dari percepatan belanja pemerintah pada kuartal II dan III-2026. 

Belanja tersebut turut mencakup pelaksanaan sejumlah program unggulan pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dari komponen perdagangan, ekspor tumbuh 4,58%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 4,07%. 

Sementara itu, impor meningkat 7,31%, terutama untuk memenuhi kebutuhan produksi, investasi, bahan baku, dan barang modal.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama perekonomian dengan kontribusi sebesar 19,22% terhadap PDB. Sektor ini tumbuh 5,87%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejumlah subsektor industri juga mencatatkan pertumbuhan kuat. Industri makanan dan minuman tumbuh 7,09%, kimia dan farmasi sebesar 8,1%, logam dasar mencapai 9,94%, serta industri otomotif tumbuh 6,14%.

Selain industri pengolahan, sektor jasa juga menunjukkan kinerja positif. Jasa lainnya tumbuh 11,22%, jasa keuangan sebesar 8,47%, sementara sektor informasi dan komunikasi tumbuh 7,13%.

Sektor konstruksi turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,42%. Airlangga menyebut perkembangan sektor ini didukung oleh kebijakan pemerintah di bidang perumahan, pembangunan KDKMP, serta Sekolah Rakyat yang turut meningkatkan kebutuhan semen dan bahan konstruksi lainnya.

"Industri konstruksi tumbuh ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah di sektor perumahan, kemudian kegiatan terkait KDMP dan juga Sekolah Rakyat itu menumbuhkan kebutukan semen," katanya.

Dari sisi investasi, realisasi investasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp 528,7 triliun atau tumbuh 7,6% secara tahunan. Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 745.634 orang.

Sementara itu, investasi hilirisasi mencapai Rp 179,9 triliun atau tumbuh 19,4% secara tahunan.

Airlangga menambahkan, pertumbuhan ekonomi juga memberikan dampak positif terhadap sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat. 

Jumlah penduduk bekerja bertambah 1,44 juta orang menjadi 147,99 juta orang, sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,75%.

Adapun tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,07%. Menurut Airlangga, berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga untuk memasuki kuartal IV-2026.

"Momentum ekonomi ini diperkirakan tetap positif untuk memasuki kuartal IV," pungkasnya. 

Baca Juga: Ekonomi RI Melejit, Menko Airlangga: Ada Peran MBG dan KDMP!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×