kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.302   -72,16   -1,13%
  • KOMPAS100 824   -11,84   -1,42%
  • LQ45 626   -7,84   -1,24%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,40   -1,24%
  • IDXHIDIV20 426   -3,70   -0,86%
  • IDX80 94   -1,30   -1,36%
  • IDXV30 118   -0,91   -0,77%
  • IDXQ30 111   -1,12   -1,00%

Ekonomi lesu, kinerja ekspor makin terpuruk


Rabu, 01 Agustus 2012 / 13:15 WIB
ILUSTRASI. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Raffi Ahmad dan Rudy Salim saat perkenalan pemain dan jersey klub Rans Cilegon FC,


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can


JAKARTA. Kinerja ekspor nasional semakin loyo. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Juni 2012 mencapai US$ 15,36 miliar. Angka ini turun 16,44% ketimbang periode yang sama tahun 2011.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan penurunan ekspor ini terjadi karena melemahnya permintaan komoditas akibat perlambatan ekonomi global. "Kalau dibanding Mei 2012 yang sebesar US$ 16,8 miliar, maka ekspor Juni juga turun 8,7%," ujarnya dalam konferensi pers Selasa (1/8).

Suryamin mengungkapkan, penurunan ekspor pada Juni terjadi pada ekspor migas dan non migas. Ekspor migas turun 25,12% dari US$ 3,72 juta pada Mei menjadi US$ 2,78 juta pada Juni 2012. sedangkan ekspor non migas turun 4,04% dari US$ 13,10 juta menjadi US$ 12,57 juta.

Penurunan kinerja ekspor juga terjadi sepanjang tahun ini. Data BPS menyebutkan, total ekspor Januari - Juni 2012 mencapai US$ 96,88 miliar atau turun 1,76% ketimbang periode yang sama tahun 2011. Dari jumlah itu, ekspor non migas tercatat sebesar US$ 76,83 miliar, atau turun 2,79% ketimbang Januari - Juni 2011.

Melihat pangsa ekspor non migas selama enam bulan pertama tahun ini, Suryamin bilang tiga negara utama tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah China dengan total ekspor US$ 10,45 miliar, disusul Jepang pada urutan kedua dengan total ekspor US$ 8,72 miliar dan ketiga diduduki Amerika Serikat dengan total ekspor US$ 7,46 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×