kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonomi akan melaju meski BI rate tetap


Jumat, 18 Desember 2015 / 09:43 WIB
Ekonomi akan melaju meski BI rate tetap


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

TANGGERANG. Setelah suku bunga acuan The Federal Reserve naik, kini semakin menipis harapan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuannya atau BI rate.

Bahkan, hasil Rapat Dewan Gubernur BI (RDG) terbaru memutuskan menahan BI rate 7,5%.

Padahal, BI rate yang lebih rendah dianggap menjadi salah satu faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, menurunkan BI rate ternyata tidak menjamin akan diikuti pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Sebab, penurunan BI rate belum tentu diikuti penurunan bunga kredit perbankan.

Nah, selama suku bunga kredit tidak berubah, jangan harap akan berdampak terhadap daya beli masyarakat.

"Biasanya, bunga kredit itu akan naik jika BI rate naik, tapi belum tentu jika turun, selalu ada alasan untuk menahannya," ujar Darmin, Kamis (17/12) malam di Tanggerang.

Darmin menilai, mengenai BI rate ada beberapa catatan yang harus difahami.

Menurutnya, BI rate memang bukan tools untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melainkan sebagai jangkar untuk mengendalikan inflasi.

Sementara untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, selain mengharapkan bunga kredit perbankan turun juga dari upaya pemerintah.

Diantaranya, dengan menjaga anggaran bisa berjalan dan belanja modal maupun belanja barang pemerintah terserap dengan baik.

Karena saat ini, belanja pemerintah menjadi mesin pertumbuhan yang utama.

Selain itu, tentu saja mendorong investasi swasta dari luar masuk lebih besar ke dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×